TNI dan Warga Bangun Jembatan Perintis Garuda di Jember, Hubungkan Akses yang Putus 7 Tahun

JEMBER,Fajarnew.com Komandan Kodim 0824/Jember, Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada, S.I.P., M.I.P meninjau pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, dan Desa Pakis, Kecamatan Panti, Jumat, 29 Mei 2026.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan jembatan berjalan lancar di tengah medan yang sulit dan keterbatasan geografis.

Didampingi Kasdim Mayor Czi Slamet Wahyudi serta jajaran perwira staf dan Danramil setempat, Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada menyusuri jalan setapak dan menyapa warga yang bergotong royong melangsir material bangunan.

Program Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program TNI Angkatan Darat yang dilaksanakan untuk membuka akses ke wilayah terisolasi.

Di Kabupaten Jember, terdapat 86 titik jembatan yang ditargetkan dibangun secara bertahap.

“Untuk wilayah Jember, saat ini memasuki tahap ketiga dengan total 15 titik yang sedang dikerjakan. Beberapa di antaranya sudah mencapai progres 100 persen dan 70 persen,” ujar Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada, S.I.P., M.I.P.

Menurutnya, pembangunan jembatan penghubung Desa Badean dan Desa Pakis menjadi titik paling sulit dibandingkan dengan lokasi lainnya.

Selain kondisi topografi yang curam, lokasi pembangunan juga belum tersentuh aliran listrik.

“Ini titik yang paling sulit di antara yang lain. Saat ini progresnya baru mencapai 50 persen. Awalnya, bentangan ini hanyalah saksi bisu banjir bandang beberapa tahun lalu yang memisahkan relasi antarkecamatan,” urainya.

Meski demikian, pihaknya optimistis jembatan gantung sepanjang 36 meter dengan lebar 1,5 meter tersebut dapat rampung dalam waktu 45 hari.

“Kami sangat bersyukur dan terharu. Di tengah kegelapan tanpa listrik dan medan yang terjal, masyarakat meluangkan waktu dan tenaga untuk mendekatkan material bangunan. Gotong royong inilah yang mempercepat mimpi mereka menjadi nyata,” tambahnya.

Selain membangun dua jembatan gantung, TNI AD juga membangun 13 titik jembatan beton dalam tahap ketiga pembangunan di Kabupaten Jember.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, H. Sultan Hasanuddin, mengaku bersyukur pembangunan jembatan akhirnya terealisasi setelah bertahun-tahun terputus akibat banjir bandang.

“Sudah belasan tahun jembatan kami terbengkalai setelah disapu banjir bandang. Kami seperti hidup di daerah terisolasi. Alhamdulillah, berkat bapak-bapak TNI, jembatan ini akhirnya dibangun kembali,” katanya.

Menurutnya, keberadaan jembatan akan sangat membantu aktivitas masyarakat, khususnya anak sekolah, petani, dan pedagang.

“Kalau ini selesai, dampaknya luar biasa bagi petani dan pedagang. Yang paling membuat kami bersyukur adalah anak-anak sekolah. Jika sebelumnya mereka harus memutar jalan hingga 40 menit, nanti kalau jembatan ini jadi, lewat sini tidak sampai 10 menit. Terima kasih TNI,” pungkasnya.



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama