JEMBER,Fajarnew.com Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, Babinsa Desa Nogosari Koramil 0824-13/Rambipuji Serka Moh. Nurhafidz menghadiri Launching Program Kampung Tanggap Bencana yang digagas PPK Ormawa BEM Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember (FKM UNEJ). Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai di Pendopo Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, dengan suasana aman, tertib, dan lancer, Kamis (20/8/2026).
Program tersebut mengusung tujuan mewujudkan Desa Nogosari sebagai desa yang tangguh terhadap bencana banjir melalui penerapan sistem peringatan dini berbasis Internet of Things (IoT) serta konsep rumah lindung adaptif. Inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mendeteksi potensi bencana sejak dini sehingga langkah kesiapsiagaan dan penyelamatan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan-sambutan, penandatanganan kemitraan, penyerahan perangkat IoT, serta simulasi penggunaan alat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dokumentasi bersama, pemotongan pita, doa, dan penutup. Kehadiran berbagai unsur menunjukkan adanya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, aparat kewilayahan, lembaga kebencanaan, tenaga kesehatan, dunia pendidikan, serta masyarakat.
Turut hadir Wakil Rektor Universitas Jember Dr. Fendi Setyawan, S.H., M.H., Dekan dan Wakil Dekan FKM UNEJ, Dosen Pendamping PPK Ormawa BEM FKM UNEJ Ibu Erwina, perwakilan UPT PSDA WS Bondoyudo Baru Lumajang, BPBD Kabupaten Jember, DPRKPLH Kabupaten Jember, Forum Bank Sampah Jember, Puskesmas Nogosari, SMP Negeri 3 Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Pemerintah Desa Nogosari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Destana Rambipuji, serta masyarakat dan tamu undangan.
Danramil 0824-13/Rambipuji Kapten Cke Mulyadi, S.H., menyampaikan apresiasi terhadap program yang memadukan edukasi kebencanaan dengan pemanfaatan teknologi. “Kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan adanya sistem peringatan dini dan pemahaman yang baik, masyarakat diharapkan mampu mengambil langkah cepat dan tepat ketika menghadapi potensi bencana. Koramil akan terus mendukung upaya yang bertujuan meningkatkan ketangguhan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Kapten Cke Mulyadi, S.H., keberhasilan program Kampung Tanggap Bencana sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dan kesinambungan koordinasi antarinstansi. Ia berharap perangkat yang diserahkan tidak hanya menjadi simbol kegiatan launching, tetapi dapat dimanfaatkan dan dirawat secara optimal. Koramil 0824-13/Rambipuji akan terus mendorong sinergi bersama pemerintah desa, Destana, perguruan tinggi, serta instansi terkait guna membangun masyarakat yang semakin tanggap, mandiri, dan siap menghadapi bencana.


