Koramil 0824-12/Kaliwates Dampingi Simulasi Gempa Bumi di SMA Katolik Santo Paulus

 

JEMBER,Fajarnew.com Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaksanakan simulasi tanggap bencana alam gempa bumi di SMA Katolik Santo Paulus, Jalan Trunojoyo, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut melibatkan unsur sekolah, aparat kewilayahan, serta tim penanggulangan bencana dan kesehatan, Jumat (25/09/2026).

Simulasi diawali dengan penyampaian materi dan praktik penanganan keadaan darurat akibat gempa bumi. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan gambaran mengenai langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana, mulai dari alarm peringatan bahaya, proses evakuasi siswa dan siswi menuju titik aman, hingga pendataan jumlah serta kondisi peserta setelah berada di lokasi evakuasi.

Babinsa Kelurahan Kepatihan Sertu Jumawan turut hadir bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Kepatihan Bripol Mario, personel Satpol PP Alfin, tim BPBD, kepala sekolah, staf dan guru, security sekolah, serta tenaga pendukung lainnya. Simulasi juga melibatkan siswa dan siswi sebagai peserta utama untuk memberikan pengalaman langsung mengenai prosedur penyelamatan diri ketika menghadapi situasi darurat.

Danramil 0824-12/Kaliwates Kapten Inf Abd Halik menyampaikan bahwa kegiatan simulasi seperti ini penting untuk membangun kesiapsiagaan sejak dini, khususnya di lingkungan sekolah yang memiliki jumlah siswa cukup banyak. “Simulasi ini memberikan pemahaman kepada para siswa dan seluruh warga sekolah mengenai langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi. Dengan latihan secara langsung, diharapkan mereka tidak panik dan memahami prosedur evakuasi menuju tempat yang aman,” ujarnya.

Dalam simulasi tersebut juga diperagakan proses evakuasi korban yang dilakukan oleh tim BPBD bersama tim kesehatan. Tahapan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya koordinasi antarpihak dalam penanganan korban bencana, sekaligus memastikan proses pertolongan dapat dilakukan secara terarah. Kehadiran Babinsa menjadi bagian dari dukungan Koramil dalam kegiatan kesiapsiagaan bencana di wilayah binaannya.

Kapten Inf Abd Halik menambahkan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan koordinasi seluruh unsur. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk lingkungan sekolah, untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memahami langkah-langkah mitigasi bencana. Semakin sering dilakukan latihan, semakin siap pula kita menghadapi kondisi darurat,” pungkasnya. Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian simulasi berjalan aman, tertib, dan lancar.



 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama