Dengan Semangat Gotong Royong, TNI dan Warga Wujudkan Akses Harapan di Bandialit Tempurejo

JEMBER,Fajarnew.com Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kodim 0824/Jember terus menunjukkan progres positif. Hingga Senin, 25 Mei 2026, pengerjaan jembatan yang berada di Kali Advor, Dusun Bandialit RT 02 RW 14 Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember telah mencapai progres 70 persen.

Jembatan dengan panjang 15 meter dan lebar 3 meter tersebut dibangun sebagai sarana penghubung vital bagi masyarakat di kawasan Bandialit dan sekitarnya. Kehadiran jembatan ini nantinya diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat serta memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial warga.

Adapun sejumlah tahapan pekerjaan yang telah selesai dikerjakan di antaranya pembongkaran jembatan lama, pembangunan jembatan darurat, pemasangan gelagar baja WF, pembesian lantai jembatan, serta pengerjaan pasangan batu untuk peninggian TPT. Selain itu, droping material utama seperti besi, semen, batu pecah, dan bahan begesting juga telah terpenuhi.

Dalam pelaksanaan pembangunan tersebut melibatkan personel gabungan terdiri dari 3 anggota TNI, 1 tenaga konsultan, serta 20 warga masyarakat yang turut bergotong royong membantu pengerjaan di lapangan.

Batuud Koramil 0824-09/Tempurejo, Peltu M. Ali Sutego menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bentuk nyata kepedulian TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaan.

Menurutnya, keberadaan jembatan ini sangat penting karena menjadi akses utama bagi warga menuju pusat aktivitas sehari-hari. Selama ini masyarakat harus menghadapi keterbatasan akses terutama saat debit air sungai meningkat.

“Dengan dibangunnya Jembatan Perintis Garuda ini, kami berharap dapat memberikan manfaat besar bagi sekitar 1.200 jiwa atau 700 kepala keluarga di wilayah tersebut. Selain memperlancar akses transportasi, pembangunan ini juga menjadi wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui budaya gotong royong yang terus dijaga bersama,” ungkap Peltu M. Ali Sutego.



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama