JEMBER,Fajarnew.com Pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang dilaksanakan oleh Kodim 0824/Jember di wilayah Dusun Bandialit, Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Sabtu (13/06/2026), progres pembangunan jembatan yang menjadi akses penting masyarakat tersebut telah mencapai 90 persen.
Jembatan yang dibangun di atas aliran Kali Advor tepatnya di RT 02 RW 14 Dusun Bandialit ini memiliki panjang 15 meter dengan lebar 3 meter serta mampu menahan beban hingga 15 ton. Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan sejak 15 April 2026 sebagai upaya menghadirkan sarana penghubung yang lebih aman, kuat, dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Dalam pelaksanaan pembangunan, beberapa tahapan utama telah berhasil diselesaikan, mulai dari pembongkaran jembatan lama, pembuatan jembatan darurat, pemasangan gelagar baja WF, pemasangan pembatas jembatan, pengerjaan lantai beton jembatan, hingga peningkatan konstruksi tebing pengaman. Saat ini pekerjaan difokuskan pada penyelesaian tahap akhir seperti plesteran, pengecatan, dan pemasangan prasasti.
Kegiatan pembangunan melibatkan personel TNI sebanyak 3 orang, tenaga konsultan 1 orang, serta dukungan masyarakat sebanyak 20 orang yang secara bersama-sama bergotong royong menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut.
Bati Tuud Koramil 0824-09/Tempurejo, Peltu M. Ali Sutego, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan wujud kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran mobilitas warga.
"Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata sinergitas TNI bersama masyarakat. Kami berharap keberadaan Jembatan Perintis Garuda nantinya dapat memberikan manfaat besar bagi warga, memperlancar aktivitas sehari-hari, serta mendukung peningkatan perekonomian masyarakat sekitar," ujar Peltu M. Ali Sutego.
Lebih lanjut disampaikan bahwa selama proses pembangunan, situasi di lokasi berjalan aman dan kondusif dengan dukungan penuh dari masyarakat. Semangat gotong royong menjadi faktor penting dalam percepatan penyelesaian pembangunan jembatan tersebut.
Dengan selesainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda, diharapkan akses masyarakat sebanyak kurang lebih 1.200 jiwa atau 700 kepala keluarga dapat semakin mudah dan aman, sekaligus menjadi bukti kehadiran TNI yang selalu hadir di tengah masyarakat melalui program pembangunan yang bermanfaat dan berkelanjutan.

.jpeg)
