JEMBER,Fajarnew.com Kebakaran hebat menghanguskan sejumlah lapak penampungan barang bekas (rosok) yang berada di kawasan Sumberdandang Gang IV RT 03 RW 16, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jumat (05/06/2026) sore. Peristiwa yang terjadi di area pemakaman umum tersebut mengakibatkan empat lapak rosokan milik warga ludes terbakar hingga mencapai 100 persen.
Berdasarkan keterangan di lokasi, api pertama kali diketahui sekitar pukul 17.45 WIB dari salah satu gubuk penampungan barang bekas yang sebagian besar terbuat dari bambu dan gedek. Karena material yang mudah terbakar, kobaran api dengan cepat merambat ke lapak lainnya. Para pemilik lapak dan warga sekitar berupaya memadamkan api secara manual sambil meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Tidak lama kemudian, satu unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Jember tiba di lokasi dan melakukan pemadaman. Setelah beberapa kali pengisian air, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 19.30 WIB. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Danramil 0824-11/Sumbersari, Kapten Inf Bambang Hari M, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang bergerak cepat dalam penanganan kebakaran tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada warga, petugas pemadam kebakaran, aparat kepolisian, perangkat kelurahan, serta Babinsa yang telah bersinergi menangani kejadian ini sehingga api tidak meluas ke permukiman warga. Saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dan pendataan kerugian terus dilakukan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kapten Inf Bambang Hari M mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lokasi yang menyimpan barang-barang mudah terbakar.
“Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih memperhatikan aspek keselamatan lingkungan. Kami mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan area sekitar, memastikan tidak ada sumber api yang berpotensi memicu kebakaran, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan kondisi yang membahayakan. Sinergi antara warga dan aparat menjadi kunci dalam mencegah serta meminimalisir dampak bencana kebakaran,” tegasnya.


