JEMBER,Fajarnew.com Upaya meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mendorong pertanian ramah lingkungan terus dilakukan di wilayah Kecamatan Jenggawah. Bertempat di Balai Dusun Gumuk Rase, Desa Kemuningsari Kidul, Senin (27/7/2026) malam, dilaksanakan sosialisasi peningkatan kesuburan tanah melalui implementasi kotoran kambing berbasis molase sebagai pupuk organik atau Biofarmol. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember (UNEJ) bersama Kelompok Tani Al Barokah.
Kegiatan yang dimulai pukul 18.30 WIB tersebut menjadi sarana pembelajaran sekaligus berbagi pengetahuan kepada para petani mengenai pemanfaatan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Kemuningsari Kidul Hj. Dewi Kholifah, Babinsa Kemuningsari Kidul Sertu Iwan, PPL Desa Kemuningsari Kidul Rohim, Kepala Dusun Kemuningsari Kidul Hudi, Ketua Poktan Al Barokah Buang bersama sekitar 20 anggota kelompok tani, serta mahasiswa Fakultas Pertanian UNEJ.
Dalam sosialisasi tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemanfaatan kotoran kambing yang diolah dengan berbasis molase untuk menghasilkan pupuk organik Biofarmol. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi alternatif bagi petani dalam meningkatkan kualitas dan kesuburan tanah dengan memanfaatkan potensi bahan organik yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, sekaligus mendukung penerapan pertanian yang lebih berkelanjutan.
Danramil 0824-25/Jenggawah Kapten Inf Suprayitno menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan edukasi yang melibatkan mahasiswa, penyuluh pertanian, Babinsa, dan kelompok tani tersebut. “Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan pengetahuan praktis kepada petani mengenai pemanfaatan limbah peternakan menjadi pupuk organik. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi produktivitas pertanian masyarakat,” ujarnya.
Kapten Inf Suprayitno menambahkan, Babinsa akan terus mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, khususnya sektor pertanian. Menurutnya, sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan aparat kewilayahan menjadi kekuatan penting dalam mendorong kemajuan pertanian di wilayah Jenggawah. “Kami siap mendampingi dan membantu menciptakan suasana yang kondusif agar program-program positif bagi masyarakat dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi Biofarmol berlangsung dengan lancar, tertib, dan aman. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para anggota Poktan Al Barokah semakin memahami pentingnya pengelolaan kesuburan tanah secara berkelanjutan serta mampu mengoptimalkan bahan organik lokal sebagai pupuk. Kehadiran mahasiswa Fakultas Pertanian UNEJ juga diharapkan semakin memperkuat transfer pengetahuan dan inovasi kepada masyarakat petani di Desa Kemuningsari Kidul.


