JEMBER,Fajarnew.com Dalam upaya mendukung percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting, Babinsa Desa Pondokrejo Koramil 0824-09/Tempurejo, Kopka Junaedi menghadiri kegiatan Rembuk Stunting Tingkat Desa dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (23/07/2026) di Balai Desa Pondokrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember.
Rembuk Stunting menjadi forum strategis untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang berpotensi memengaruhi kesehatan ibu dan anak sekaligus merumuskan langkah penanganan secara terpadu. Dalam kegiatan tersebut terungkap beberapa temuan penting, di antaranya masih adanya kehamilan pada usia di bawah umur, rendahnya partisipasi sebagian masyarakat dalam kegiatan Posyandu dengan alasan tidak memiliki kendaraan atau tidak ada yang mengantar, serta masih ditemukannya orang tua balita yang menolak imunisasi karena khawatir anak mengalami demam setelah imunisasi.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Desa Pondokrejo, Babinkamtibmas, Babinsa, Pendamping Desa, Bidan Desa, Kader Posyandu, serta unsur terkait lainnya. Seluruh peserta berdiskusi untuk menyusun langkah-langkah strategis yang akan dimasukkan dalam program prioritas RKPDes Tahun 2027, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kesehatan ibu dan anak.
Danramil 0824-09/Tempurejo, Kapten Arm Sugiyono, memberikan apresiasi atas terselenggaranya rembuk stunting sebagai bentuk sinergi seluruh elemen desa dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Menurutnya, permasalahan stunting tidak dapat diselesaikan oleh sektor kesehatan semata, melainkan memerlukan dukungan seluruh komponen masyarakat.
"Babinsa akan terus hadir mendampingi pemerintah desa dalam setiap program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pencegahan stunting harus dimulai dari peningkatan kesadaran keluarga tentang pentingnya gizi, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, keaktifan Posyandu, serta kelengkapan imunisasi bagi balita. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, TNI, Polri, dan masyarakat, saya optimistis upaya percepatan penurunan stunting di Desa Pondokrejo dapat berjalan lebih efektif dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing," tegas Kapten Arm Sugiyono.
Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan dengan tertib, lancar, dan aman, mencerminkan komitmen bersama seluruh pihak dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan desa bebas stunting.
.jpeg)

